analisis melalui sintesis
analysis by synthesis
Ringkasan Singkat
Teori pemrosesan informasi yang menyatakan interaksi antara proses data-driven (bottom-up) dan konsep-driven (top-down) dalam pengenalan stimulus.
Analisis melalui sintesis adalah teori pemrosesan informasi yang menyatakan bahwa baik proses bottom-up maupun top-down saling berinteraksi dalam pengenalan dan interpretasi input sensorik. Teori ini sangat relevan dalam studi persepsi wicara dan pemrosesan bahasa.
Menurut model ini, seseorang awalnya menilai (menganalisis) atribut fisik dari stimulus (pemrosesan data-driven), kemudian dipandu oleh informasi kontekstual dan pengetahuan sebelumnya (pemrosesan konsep-driven), ia menentukan informasi signifikan dan menyusunnya (sintesis) menjadi representasi internal. Representasi ini kemudian dibandingkan dengan input stimulus asli: jika cocok, stimulus dikenali; jika tidak, representasi alternatif disusun hingga ditemukan kecocokan. Dengan kata lain, kita membuat hipotesis tentang apa yang kita lihat atau dengar, dan kemudian mengonfirmasinya dengan data sensorik.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Neisser, U. (1967). Cognitive Psychology.
- APA Dictionary of Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.